Selamat Datang di My Blog's

Senin, 08 Juli 2013

ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA



A.    PENDAHULUAN
Manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling berhasil dalam persaingan hidupnya di bumi ini, meskipun banyak keterbatasan fisik, seperti ukuran, kekuatan, kecepatan, dan pancainderanya, bila dibandingkan dengan beberapa makhluk penghuni lainnya.
B.     HAKEKAT MANUSIA DAN SIFAT KEINGINTAHUANNYA
Manusia dengan kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya, memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya.
1.      Kelebihan manusia dari penghuni bumi lainnya
Manusia sebagai salah satu penghuni bumi mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan penghuni dan pengisi bumi lainnya. Beberapa kelebihan manusia dari makhluk lain, antara lain:
a.       Manusia sebagai makhluk berpikir dan bijaksana ( homo sapiens ) yang dicerminkan dalam tindakan dan perilakunya terhadap lingkungannya.
b.      Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya sehingga ia merasa perlu bantuan peralatan untuk keperluan hidupnya (homo fiber), baik fisik maupun nalarnya.
c.       Manusia dapat berbicara (homo langues) baik secara lisan maupun tulisan sehingga ia dapat mengkomunikasikan apa yang diinginkannya.
d.      Manusia dapat hidup bermasyarakat (homo sosious) dan berbudaya (homo humanis)
e.       Manusia dapat mengadakan usaha (homo economicus), mengadakan tukar menukar barang dan jual beli dengan prinsip ekonomi.
f.       Manusia mempunyai kepercayaan dan beragama (homo religious) karena menyadari adanya kekuatan gaib yang lebih besar dan mengatur jagad raya ini.
2.      Rasa ingin tahu dan terbentuknya ilmu pengetahuan alam
Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu berkembang. Meskipun makhluk lain  juga mempunyai rasa ingin tahu, tetapi rasa ingin tahunya itu hanya dipergunakan sebatas untuk memenuhi kebutuhan makanannya saja. Tidak perkembangan rasa ingin tahunya untuk menciptakan sesuatu yang melebihi kebutuhan makanannya; rasa ingin tahunya bersifat menetap yang disebut dengan idle curiousity. Berbeda dengan manusia yang mempunyai rasa ingin tahu selalu berkembang perkembangan rasa ingin tahu itu selalu dimulai dengan pertanyaan “apa” atau “what” tentang segala sesuatu yang dilihat dan diamatinya, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan “bagaimana” atau “how” dan “mengapa” atau “why” pertanyaan-pertanyaan seperti ini telah tumbuh sejak anak-anak belajar disekolah taman kanak-kanak (TK).
Adanya kemampuan berpikir pada manusia menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin tahu manusia terhadap segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Jawaban terhadap berbagai pertanyaan manusia terhadap berbagai gejala atau peristiwa yang terjadi di alam tersebut akhirnya menjadi ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya menjadi dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan alam (IPA). Ilmu pengetahuan itu terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang selalu ingin tahu, terutama tentang benda-benda yang ada disekelilingnya, alam jagad raya beserta isinya, dan bahkan tentang dirinya sendiri. Dengan demikian, ilmu pengetahuan alam tumbuh dan berkembang berkat rasa ingin tahu manusia yang tinggi.
Secara sederhana, perkembangan ilmu pengetahuan alam itu dimulai dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu, kemudian dilakukan suatu pengamatan. Berdasarkan pengamatan yang berulang kali maka diperoleh pengalaman. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang terus menerus maka diperoleh pengetahuan. Kumpulan dari pengetahuan tentang sesuatu yang disusun secara sistematis dinyatakan sebagai ilmu pengetahuan. Bagian dari ilmu pengetahuan yang mengungkapkan rahasia dan gejala alam yang meliputi asal usul alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi diebut sebagai ilmu pengetahuan alam (IPA).

3.      Sifat keingintahuan manusia
Manusia dengan rasa ingin tahunya yang besar, selalu berusaha mencari keteranga tentang fenomena alam yang teramati. Untuk menjawab pertanyaan atau rasa ingin tahunya, manusia sering mereka-reka sendiri jawabannya. Jawaban semacam ini sering tidak logis, tetapi sering diterima masyarakat awam sebagai suatu kebenaran. Pengetahuan semacam ini disebut sebagai “pseudo science” yaitu pengetahuan yang mirip sains tetapi bukan sains.

Cara memperoleh pengetahuan dengan pendekatan pseudo science (sains semu), antara lain:
a.       Mitos, gabungan dari pengamatan, pengalaman dengan dugaan, imajinasi dan kepercayaan.
b.      Wahyu, merupakan komunikasi sang pencipta dengan makhluknya sebagai utusan yang menghasilkan ilmu pengetahuan yang benar.
c.       Otoritas dan tradisi, yaitu pengetahuan yang telah lama ada dan dipergunakan oleh pemimpin atau secara tradisi untuk menyatakan kebenaran.
d.      Prasangka, berupa dugaan yang kemungkinannya bisa benar atau salah.
e.       Intuisi, merupakan kegiatan berpikir yang non analitik (tanpa nalar), tidak berdasarkan pada pola berpikir tertentu, dan biasanya pendapat itu diperoleh dengan cepat tanpa melalui proses yang dipikirkan terlebih dahulu.
f.       Penemuan kebetulan, yaitu pengetahuan yang pada awalnya ditemukan secara kebetulan dan beberapa diantaranya adalah sangat berguna.
g.      Cara coba ralat (trial and error), pengetahuan yang diperoleh melalui cara coba- salah- coba-salah, tanpa dilandasi dengan teori yang relevan.
Pada zaman yunani (600-200 SM) terjadi pola pikir manusia yang lebih maju dari pola pikir mitos, dimana terjadi penggabungan antara pengamatan, pengalaman dan akal sehat, logika atau rasional. Aliran ini disebut sebagai “rasionalisme”, yaitu pertanyaan akan dijawab dengan logika atau hal-hal yang masuk akal.
Lebih lanjut lagi dikenal metode “deduksi”, yaitu penarikan suatu kesimpulan didasarkan pada sesuatu yang bersifat umum (premis mayor) menuju kepada yang khusus (premis minor). Metode ini merupakan perkembangan pola pikir dalam memperoleh kebenaran berdasarkan logika. Aristoteles (348-322 SM) sebagai contoh:
Premis mayor: semua makhluk hidup akan mengalami kematian
Premis minor: manusia adalah makhluk hidup
Kesimpulan: maka manusia suatu saat akan mati
Dasar perkembangan metode ilmiah sekarang adalah metode “induksi”, yang intinya adalah bahwa pengambilan kesimpulan dilakukan berdasarkan data pengamatan atau eksperimentasi yang diperoleh.

Perkembangan Fisik Tubuh Manusia
Fisik tubuh manusia mengalami proses pertumbuhan sedikit demi sedikit, mulai dari masa rahim ibu, masa setelah dilahirkan sampai masa dewasa. Proses perubahan tersebut dimulai dari bentuk sel yang sangat sederhana pada saat pembuahan sampai bentuk sel yang sangat kompleks. Embrio atau janin dirahim induk terjadi dari hasil pembuahan sel telur induk oleh sel telur pejantannya. Sel telur yang sudah dibuahi (zigot) tersebut akan mengalami pembelahan sel, diferensiasi sel sehingga terbentuk janin dan transpormasi bentuk tubuh.

Perkembangan Sifat Dan Pikiran Manusia
Cara orang dewasa mencari pengetahuan umumnya sangat dipengaruhi oleh pengembangan pengetahuan pada masa anak-anak:
a.       Masa bayi (0-2 tahun), disebut periode sensorik motorik, pada periode ini perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat.
b.      Masa kanak-kanak (3-5 tahun), disebut periode praoperasional. Pada periode ini, dorongan keingintahuan anak sangat besar, sehingga banyak orang mengatakan bahwa anak pada periode ini adalah “masa bertanya”.
c.       Masa usia sekolah (6-12 tahun), periode operasional nyata. Pada masa ini anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik dan motorik yang baik. Masa ini juga merupakan “masa tenang” karena proses perkembangan emosional anak telah mendapat kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuannya.
d.      Masa remaja (13-20 tahun), disebut periode preoperasional formal. Masa ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang dewasa.
e.       Masa dewasa (> 20 tahun), dimana masa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.

C.    SEJARAH PENGETAHUAN YANG DIPEROLEH MANUSIA
1.      Zaman purba. Pada zaman ini ditemukan alat-alat yang terbuat dari batu dan tulang. Pengetahuan yang diperolehnya bersumber dari pengalaman dan kemampuannya dalam mengamati alam sekitarnya.
2.      Zaman yunani (600-200 SM). Pada zaman ini, kemampuan berpikir manusia lebih maju, disertai dengan penemuan alat bantu indera yang lebih baik serta mulai menggunakan akal sehat. Tokohnya yang terkenal, antara lain:
a)      Pythagoras (580-500 SM), menemukan dalil pitagoras
b)      Aristoteles (384-322 SM), menemukan metode deduksi, seorang phylosophia, dan trasmatasi zat tunggal menjadi air, tanah, udara, dan api.
3.      Zaman pertengahan (zaman  keemasan islam). Pada zaman ini dihasilkan angka arab, aljabar, kedokteran, dan penulisan buku-buku acuan.
4.      Zaman modern (abad 15-sekarang). Pada zaman ini berkembang aliran empirisme, perubahan pola pikir yang sangat radikal (merubahan geocentris menjadi heliocentris). Tokohnya yang terkenal, antara lain copernicus (1447-1543 M), Galileo (1546-1642 M). Copernicus menghasil buku dengan judul “De Revolutionibus Orbim Calestium” atau peredaran Alam Semesta yang menyatakan sistem heliosentris.

 D. MITOS
a.       Pengertian mitos
Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi  oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia  lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar  terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos juga disebut Mitologi, yang kadang diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan bertalian dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Jadi, mitos adalah cerita tentang asal-usul alam semesta, manusia, atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang dalam. Mitos juga mengisahkan  petualangan para dewa, kisah percintaan mereka, kisah perang mereka dan sebagainya.
b.      Contoh-contoh mitos
Begitu banyak contoh-contoh mitos yang ada di dindonesia. karena kita tahu sendiri bahwa memang Mitos sangat berhubungan dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongen suci. ini adalah beberapa contoh Mitos yang ada di Indonesia sebagai berikut:
1.      Cerita terjadinya mado-mado atau marga di Nias (sumatera utara)
2.      Cerita barong di bali
3.      Cerita pemindahan gunung suci mahemeru di india oleh para dewa ke gunung semeru yang dianggap suci oleh orang jawa dan bali
4.      Cerita nyai roro kidul (ratu laut selatan)
5.      Cerita joko tarub
6.      Cerita dewi nawangwulan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar